1reservoir – Pemerintah Vietnam mengumumkan bahwa rata-rata pendapatan bulanan warga meningkat signifikan pada kuartal III tahun 2025, menandakan pemulihan ekonomi yang stabil pascapandemi dan pertumbuhan sektor industri yang pesat. Berdasarkan laporan terbaru dari Kantor Statistik Umum Vietnam (GSO), pendapatan rata-rata nasional mencapai 8,7 juta dong Vietnam atau sekitar Rp5,6 juta per bulan, naik hampir 10 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan ini dianggap sebagai hasil dari kombinasi kebijakan fiskal yang efektif, meningkatnya ekspor, serta kebangkitan kembali sektor pariwisata yang menjadi salah satu pilar ekonomi utama negara tersebut. Pemerintah Vietnam juga gencar menarik investasi asing langsung (FDI) yang kini didominasi oleh perusahaan teknologi asal Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat.
“Peningkatan pendapatan masyarakat memperlihatkan hasil nyata dari strategi ekonomi Vietnam yang menitikberatkan pada pembangunan industri, transformasi digital, dan ekspansi pasar tenaga kerja,” ujar Nguyen Thi Huong, Kepala GSO dalam konferensi pers di Hanoi, Selasa (7/10).
Pertumbuhan Didukung Industri dan Pariwisata
Sektor manufaktur elektronik dan otomotif tercatat menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi kuartal ini. Pabrik milik perusahaan multinasional seperti Samsung dan VinFast memperluas kapasitas produksi, yang turut membuka lapangan kerja baru di berbagai daerah. Selain itu, industri pariwisata yang mulai menggeliat setelah pembukaan perbatasan internasional turut mendongkrak ekonomi lokal.
Menurut data Kementerian Pariwisata Vietnam, jumlah wisatawan mancanegara mencapai 11,5 juta orang hingga akhir September 2025, melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini memberikan efek berganda terhadap sektor perhotelan, transportasi, hingga UMKM lokal.
“Pariwisata kembali menjadi motor penggerak ekonomi. Banyak warga di kawasan pesisir dan kota wisata mulai menikmati peningkatan penghasilan dari bisnis kecil dan sektor jasa,” ungkap Pham Ha, ekonom dari Vietnam National University.
Peningkatan Konsumsi Domestik
Selain kenaikan pendapatan, GSO juga mencatat adanya peningkatan konsumsi rumah tangga sebesar 7,2 persen dibanding tahun lalu. Warga mulai meningkatkan pengeluaran untuk kebutuhan rekreasi, pendidikan, dan teknologi. Di beberapa kota besar seperti Ho Chi Minh City dan Da Nang, muncul tren baru di kalangan generasi muda untuk berwirausaha melalui platform digital.
Namun, pemerintah tetap mewaspadai potensi inflasi akibat meningkatnya permintaan domestik dan harga bahan pokok global yang belum stabil. “Kami memantau harga pangan dan energi dengan ketat agar kenaikan pendapatan tidak tergerus oleh inflasi,” ujar Deputi Menteri Keuangan Tran Van Dung.
Kesenjangan Wilayah Masih Terasa
Meski secara umum kondisi ekonomi membaik, laporan GSO juga menunjukkan adanya ketimpangan pendapatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Rata-rata pendapatan warga di kota besar mencapai 11 juta dong, sedangkan di pedesaan hanya sekitar 6 juta dong.
Pemerintah kini berupaya memperkuat program pembangunan daerah tertinggal dengan memperluas akses pendidikan vokasi, pelatihan tenaga kerja, serta mempercepat proyek infrastruktur transportasi. “Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh kota besar, tapi juga menjangkau seluruh provinsi,” tegas Perdana Menteri Pham Minh Chinh dalam pernyataannya.
Tantangan Global dan Prospek Akhir Tahun
Kendati optimistis, Vietnam masih menghadapi tantangan eksternal seperti melambatnya permintaan ekspor dari Eropa dan AS akibat ketidakpastian ekonomi global. Pemerintah berencana memperkuat pasar domestik sekaligus memperluas ekspor ke kawasan Timur Tengah dan Afrika sebagai strategi diversifikasi.
Bank Dunia memperkirakan ekonomi Vietnam akan tumbuh sekitar 5,9 persen pada 2025, didukung stabilitas makroekonomi dan iklim investasi yang kompetitif. Sementara itu, GSO menargetkan pendapatan bulanan rata-rata masyarakat dapat menembus 9 juta dong pada akhir tahun, seiring dengan kenaikan produktivitas tenaga kerja dan turunnya angka pengangguran.
Para analis menilai peningkatan pendapatan warga Vietnam menjadi bukti bahwa negara tersebut berhasil menavigasi tekanan ekonomi global dengan strategi pembangunan yang inklusif. Dengan kombinasi antara industri kuat, pariwisata yang pulih, dan reformasi struktural, Vietnam tampak siap memperkuat posisinya sebagai salah satu ekonomi paling dinamis di Asia Tenggara.

