1reservoir.com Kelurahan Sukatani kembali menunjukkan kiprahnya dalam gerakan lingkungan Kota Depok. Wilayah ini berhasil meraih juara ketiga pada klasemen SERA MIJEL SAE, sebuah program pengumpulan minyak jelantah yang digagas TP-PKK Kota Depok. Capaian tersebut diumumkan dalam kegiatan Jambore PKK yang turut dihadiri ratusan kader dari seluruh kelurahan.
SERA MIJEL SAE menjadi salah satu inisiatif paling progresif dalam pengelolaan minyak jelantah. Program ini mendorong masyarakat untuk mengumpulkan limbah minyak goreng bekas dan mengolahnya secara ramah lingkungan. Kesadaran mengelola mijel bukan hanya menekan pencemaran tanah dan air, tetapi juga mendukung ekonomi sirkular.
Inisiatif Lingkungan Hasil Kolaborasi
Gagasan SERA MIJEL SAE lahir dari kolaborasi antara TP-PKK Kota Depok, yang dipimpin Cing Ikah, dengan Greenia sebagai mitra pengelola minyak jelantah. Program ini menghadirkan sistem pengumpulan minyak jelantah yang lebih terstruktur hingga tingkat RW dan RT.
Kolaborasi ini memberi ruang lebih luas bagi masyarakat untuk berkontribusi. Masyarakat tidak hanya diminta menyetor mijel, tetapi juga diajak memahami dampak negatif limbah minyak terhadap lingkungan. Proses edukasi menjadi bagian penting dari keberhasilan program.
Dalam klasemen, Kelurahan Sukatani berada tepat di bawah Duren Seribu sebagai juara pertama dan Pondok Petir di posisi kedua. Ketiga wilayah tersebut menjadi contoh kuat tentang bagaimana gerakan masyarakat dapat menjadi kekuatan perubahan.
Peran Aktif Kader PKK dan Warga Sukatani
Lurah Sukatani, David Eko Purnomo, mengungkapkan rasa bangganya atas kerja kompak seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kader PKK Kelurahan Sukatani berperan besar dalam menginformasikan pentingnya pengumpulan minyak jelantah. Mereka bekerja sama dengan PKK RW hingga Karang Taruna dalam memperluas edukasi kepada warga.
Dalam periode penilaian, Sukatani berhasil mengumpulkan 915 liter minyak jelantah. Jumlah tersebut menunjukkan respons positif dari warga yang mulai memahami pentingnya pemilahan limbah minyak goreng bekas di rumah tangga.
David menegaskan bahwa tujuan utama dari program ini bukan sekadar meraih kemenangan. Ia menekankan bahwa yang terpenting adalah komitmen dan konsistensi warga untuk tidak membuang limbah minyak sembarangan. Menurutnya, minyak jelantah yang dibuang ke tanah dapat merusak ekosistem dan memperburuk kualitas lingkungan.
Potensi Partisipasi UMKM dalam Gerakan Mijel
Selain warga, pelaku UMKM juga didorong untuk berpartisipasi lebih aktif. David menjelaskan bahwa pendekatan dilakukan melalui para ketua UMKM dan jajarannya. Dengan keterlibatan UMKM, volume pengumpulan minyak jelantah dapat meningkat lebih signifikan karena banyak pelaku usaha kuliner menggunakan minyak goreng dalam jumlah besar.
Ia menggarisbawahi bahwa semua lapisan masyarakat perlu bergerak bersama. Mulai dari RW, PKK, UMKM, hingga Karang Taruna, semuanya memiliki andil dalam keberhasilan gerakan lingkungan seperti ini.
Alur Pengumpulan Minyak Jelantah di Sukatani
Pengumpulan minyak jelantah di Sukatani dilakukan secara sistematis. Setiap RW mengumpulkan minyak jelantah dari warga, kemudian menyetorkannya ke kelurahan pada hari yang telah ditentukan. Mekanisme yang tertata membuat proses pencatatan dan distribusi lebih mudah dilakukan.
Untuk memastikan tempat penyimpanan aman, Kelurahan Sukatani sudah memiliki fasilitas penampungan besar berupa POM SS yang disediakan Greenia. Keberadaan fasilitas ini menunjukkan bahwa Sukatani dianggap sebagai wilayah dengan pengumpulan mijel yang cukup tinggi dan stabil.
Proses penyimpanan ini juga penting untuk menjaga kualitas minyak jelantah sebelum diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, seperti bahan bakar biodiesel.
Komitmen Lingkungan Sebagai Investasi Masa Depan
Di akhir pernyataannya, David mengajak seluruh warga untuk terus menjaga lingkungan. Ia menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya untuk masa kini, tetapi juga investasi penting bagi generasi mendatang.
Kesadaran warga Sukatani yang semakin meningkat menjadi modal besar untuk memperluas dampak program SERA MIJEL SAE. Dengan gerakan yang terstruktur, ditambah pembinaan kader yang aktif, wilayah ini diharapkan mampu meningkatkan pencapaian pada periode berikutnya.
SERA MIJEL SAE Jadi Gerakan yang Menguatkan Kepedulian Kolektif
Program SERA MIJEL SAE tidak hanya berbicara tentang minyak jelantah. Gerakan ini merepresentasikan perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga. Sukatani menunjukkan bahwa ketika warga bergerak bersama, hasilnya dapat terlihat nyata.
Prestasi juara tiga menjadi bukti kerja keras yang terus dijalankan. Komitmen warga, kader PKK, serta dukungan Greenia membentuk ekosistem yang sehat dalam pengelolaan limbah. Jika konsistensi ini terus dijaga, Sukatani berpotensi menjadi wilayah percontohan pengelolaan mijel di Kota Depok.

Cek Juga Artikel Dari Platform kalbarnews.web.id
