1reservoir.com Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menegaskan komitmennya untuk memastikan pembangunan Rumah Sakit Umum Regional Meulaboh berjalan sesuai rencana dan dapat beroperasi optimal sebagai pusat layanan kesehatan rujukan wilayah barat selatan Aceh. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung ke lokasi proyek oleh Bupati Aceh Barat Tarmizi bersama Wakil Bupati Said Fadheil.
Peninjauan ini menjadi bagian penting dari upaya evaluasi progres pembangunan rumah sakit regional yang dirancang untuk memperkuat sistem layanan kesehatan di kawasan barat Aceh. Kehadiran pimpinan daerah di lokasi proyek sekaligus menjadi sinyal bahwa pembangunan fasilitas kesehatan ini merupakan prioritas strategis yang tidak boleh terhambat oleh persoalan administratif maupun anggaran.
Progres Fisik Dinilai Hampir Rampung
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Tarmizi menyampaikan bahwa pembangunan tahap berjalan menunjukkan progres yang sangat menggembirakan. Fisik bangunan rumah sakit dinilai hampir rampung dan telah memenuhi standar dasar infrastruktur untuk rumah sakit regional. Proyek ini dibiayai melalui alokasi anggaran daerah yang berhasil diperjuangkan pemerintah kabupaten.
Menurut Tarmizi, keberhasilan mendapatkan anggaran puluhan miliar rupiah untuk tahap pembangunan ini merupakan hasil kerja keras dan koordinasi lintas sektor. Ia menilai capaian tersebut patut diapresiasi, mengingat pembangunan rumah sakit berskala regional membutuhkan dukungan anggaran besar dan perencanaan matang.
Kebutuhan Anggaran Lanjutan Jadi Tantangan
Meski progres fisik dinilai positif, Bupati Aceh Barat menegaskan bahwa rumah sakit tersebut belum dapat beroperasi secara optimal tanpa dukungan anggaran lanjutan. Untuk menjadikan RS Regional Meulaboh berfungsi sebagai rumah sakit tipe C, masih dibutuhkan tambahan pembiayaan yang cukup signifikan, terutama untuk penyempurnaan fasilitas medis, pengadaan alat kesehatan, serta penunjang operasional lainnya.
Pemerintah daerah memperkirakan kebutuhan anggaran lanjutan mencapai ratusan miliar rupiah secara bertahap. Untuk tahap mendesak, alokasi dana puluhan miliar rupiah dinilai sangat krusial agar tahapan pembangunan dan persiapan operasional tidak terhenti. Tanpa dukungan anggaran tersebut, target pengoperasian rumah sakit sesuai rencana berpotensi tertunda.
Kekhawatiran Terkait Informasi Pemangkasan Anggaran
Di sisi lain, Bupati Tarmizi mengungkapkan kekhawatirannya terhadap beredarnya informasi terkait pemangkasan atau bahkan penghapusan anggaran lanjutan pembangunan RS Regional Meulaboh. Informasi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius karena berpotensi menghambat kelanjutan proyek yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kejelasan anggaran. Namun, hasil penelusuran sementara menunjukkan bahwa anggaran lanjutan yang sebelumnya diharapkan belum tercatat dalam perencanaan anggaran terbaru. Kondisi ini dinilai memprihatinkan dan perlu segera mendapat perhatian serius dari pemerintah tingkat provinsi.
Desakan Penganggaran Demi Kepentingan Publik
Bupati Aceh Barat secara tegas meminta agar Pemerintah Aceh kembali menganggarkan dana pembangunan RS Regional Meulaboh. Menurutnya, rumah sakit ini bukan hanya proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat di wilayah barat selatan Aceh.
Ia menilai bahwa keberadaan rumah sakit regional akan mengurangi ketergantungan masyarakat pada fasilitas kesehatan di daerah lain yang jaraknya cukup jauh. Dengan demikian, pelayanan kesehatan dapat lebih cepat, efisien, dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat dengan kondisi darurat medis.
Dukungan Jajaran dan Perangkat Daerah
Peninjauan tersebut turut didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, antara lain Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian, Kepala Dinas Kesehatan, serta Direktur RSUD Cut Nyak Dien. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan sinergi lintas perangkat daerah dalam mendukung percepatan pembangunan sektor kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat menyampaikan bahwa RS Regional Meulaboh diharapkan mampu menjadi pusat rujukan bagi rumah sakit dan puskesmas di wilayah sekitar. Dengan fasilitas yang memadai, rumah sakit ini akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan menekan angka rujukan keluar daerah.
Harapan Operasional dan Dampak Sosial
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menargetkan RS Regional Meulaboh dapat mulai beroperasi sesuai dengan rencana jangka menengah pembangunan daerah. Operasional rumah sakit ini diharapkan membawa dampak sosial yang signifikan, mulai dari peningkatan akses layanan kesehatan hingga penciptaan lapangan kerja baru bagi tenaga medis dan nonmedis.
Selain itu, keberadaan rumah sakit regional juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui aktivitas pendukung, seperti jasa, perdagangan, dan transportasi. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan di sektor kesehatan, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat secara luas.
Komitmen Pemerintah Daerah
Bupati Tarmizi menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memperjuangkan keberlanjutan anggaran pembangunan RS Regional Meulaboh. Ia berharap pemerintah provinsi dapat melihat urgensi dan dampak strategis proyek ini bagi masyarakat barat selatan Aceh.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi menjadi kunci agar proyek ini dapat tuntas sesuai rencana. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung percepatan pembangunan demi kepentingan masyarakat luas.
Penutup
Peninjauan progres RS Regional Meulaboh oleh Bupati Aceh Barat menjadi penegasan bahwa sektor kesehatan merupakan prioritas utama pembangunan daerah. Meski progres fisik menunjukkan hasil positif, tantangan penganggaran lanjutan masih menjadi pekerjaan besar yang harus segera diselesaikan.
Dengan dukungan anggaran yang memadai dan komitmen bersama, RS Regional Meulaboh diharapkan dapat segera beroperasi dan menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh Barat dan wilayah sekitarnya. Pemerintah daerah optimistis bahwa dengan kerja sama yang solid, target operasional rumah sakit dapat tercapai demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Cek Juga Artikel Dari Platform baliutama.web.id
