1reservoir.com Bupati Kabupaten Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, meninjau langsung lokasi tanah longsor yang terjadi di sempadan Sungai Cidurian. Titik longsor berada di kawasan permukiman warga di Kampung Salapajang, Desa Carenang, wilayah Cisoka. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus merumuskan langkah penanganan yang tepat.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi jajaran perangkat daerah dan unsur kewilayahan. Hadir Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, aparat keamanan setempat, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa. Kehadiran lintas unsur ini menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam merespons potensi bencana yang mengancam keselamatan warga.
Memastikan Kondisi Lapangan dan Risiko Lanjutan
Bupati menyusuri bantaran sungai untuk melihat langsung kontur tanah yang tergerus. Ia mencermati retakan dan bagian tebing yang rawan runtuh. Kondisi tanah di lokasi tersebut dinilai tidak stabil akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Aliran Sungai Cidurian yang deras turut mempercepat proses erosi di sempadan sungai.
Dari hasil peninjauan, diketahui terdapat sejumlah rumah warga yang berada pada zona berisiko. Setidaknya enam rumah berada dekat dengan tepi sungai dan berpotensi terdampak jika longsor susulan terjadi. Kondisi ini membutuhkan penanganan cepat agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar.
Keselamatan Warga Menjadi Prioritas
Bupati menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia meminta perangkat terkait untuk melakukan langkah mitigasi segera. Langkah tersebut mencakup pemantauan intensif, pemasangan tanda peringatan, serta penyiapan skema evakuasi jika kondisi memburuk.
Selain itu, Bupati mengimbau warga yang tinggal di sekitar sempadan sungai agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tidak beraktivitas terlalu dekat dengan tebing sungai yang labil. Pemerintah desa juga diminta aktif menyampaikan informasi dan mengoordinasikan langkah antisipasi bersama warga.
Koordinasi Teknis dan Penanganan Awal
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan kajian teknis. Kajian ini diperlukan untuk menentukan metode penanganan yang paling efektif. Opsi penanganan dapat berupa penguatan tebing, normalisasi alur sungai, atau pembangunan struktur pengaman di titik rawan.
Dalam jangka pendek, dinas terkait akan melakukan pembersihan material longsoran dan pengamanan area. Upaya ini bertujuan mengurangi risiko lanjutan sambil menunggu desain penanganan permanen. Pemerintah daerah juga mempertimbangkan penggunaan alat berat bila diperlukan.
Peran Aparat dan Pemerintah Desa
Aparat keamanan setempat dilibatkan untuk membantu pengamanan lokasi. Kehadiran mereka penting untuk menjaga keselamatan warga dan mengatur akses di area rawan. Pemerintah desa diminta mendata warga terdampak dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
Pemerintah desa juga diharapkan menjadi penghubung utama antara warga dan pemerintah daerah. Informasi dari lapangan akan membantu pemerintah mengambil keputusan yang tepat dan cepat. Kolaborasi ini dinilai krusial dalam situasi darurat.
Edukasi dan Kesiapsiagaan Masyarakat
Selain penanganan fisik, Bupati menekankan pentingnya edukasi kebencanaan. Warga perlu memahami tanda-tanda awal longsor dan langkah yang harus dilakukan saat kondisi darurat. Edukasi ini dapat mengurangi risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Pemerintah daerah mendorong agar sosialisasi kebencanaan dilakukan secara rutin. Materi sosialisasi mencakup cara evakuasi, titik aman, serta nomor darurat yang dapat dihubungi. Dengan pengetahuan yang memadai, warga diharapkan dapat bertindak cepat dan tepat.
Antisipasi Dampak Lingkungan dan Tata Ruang
Longsor di sempadan sungai juga menjadi pengingat pentingnya pengelolaan lingkungan dan tata ruang. Aktivitas di bantaran sungai perlu diatur agar tidak memperparah risiko bencana. Pemerintah daerah akan mengevaluasi pemanfaatan ruang di sekitar Sungai Cidurian.
Evaluasi ini bertujuan memastikan kawasan sempadan sungai berfungsi sebagai area lindung. Penataan ulang mungkin diperlukan untuk mengurangi tekanan pada tebing sungai. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Komitmen Penanganan Berkelanjutan
Bupati menegaskan bahwa peninjauan lapangan ini bukan langkah terakhir. Pemerintah daerah berkomitmen melakukan penanganan berkelanjutan hingga kondisi dinyatakan aman. Setiap perkembangan akan dipantau dan dilaporkan secara berkala.
Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait di tingkat provinsi dan pusat bila diperlukan. Dukungan lintas level pemerintahan dinilai penting untuk penanganan yang komprehensif, terutama jika dibutuhkan intervensi teknis berskala besar.
Harapan untuk Pemulihan dan Keamanan Jangka Panjang
Dengan langkah cepat dan koordinasi yang solid, pemerintah daerah berharap risiko longsor dapat ditekan. Warga di sekitar Sungai Cidurian diharapkan dapat kembali beraktivitas dengan aman. Pemerintah juga berupaya memastikan bahwa solusi yang diambil tidak hanya bersifat sementara.
Penanganan longsor di Cisoka diharapkan menjadi contoh respons tanggap bencana di Kabupaten Tangerang. Pendekatan yang mengutamakan keselamatan, mitigasi, dan kolaborasi diharapkan mampu melindungi masyarakat dan menjaga lingkungan. Pemerintah daerah berkomitmen terus hadir di tengah warga dalam setiap situasi darurat, demi keamanan dan kesejahteraan bersama.

Cek Juga Artikel Dari Platform otomotifmotorindo.org
