Kemensos Lakukan Simulasi Anggaran Bantuan Bencana
Kementerian Sosial melakukan simulasi kebutuhan anggaran bantuan untuk korban bencana di wilayah Sumatra. Simulasi ini disusun sebagai tindak lanjut atas arahan langsung Presiden Republik Indonesia.
Langkah tersebut bertujuan memastikan kesiapan negara dalam menangani dampak bencana. Pemerintah ingin bantuan dapat disalurkan secara cepat, tepat, dan terukur. Karena itu, perhitungan kebutuhan anggaran dilakukan sejak awal.
Simulasi ini mencakup berbagai jenis bantuan. Mulai dari santunan korban jiwa hingga pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.
Arahan Langsung Presiden Prabowo Subianto
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa simulasi dilakukan atas perintah Prabowo Subianto. Arahan tersebut menjadi dasar penyusunan skema pembiayaan.
Menurut Gus Ipul, Kemensos telah menyiapkan rincian output sesuai dengan direktif presiden. Skema pembiayaan disusun secara detail agar mudah dieksekusi saat dibutuhkan.
Ia menegaskan bahwa simulasi bukan sekadar wacana. Pemerintah telah menyiapkan dana awal sebagai bentuk kesiapsiagaan.
Estimasi Santunan Korban Jiwa dan Luka Berat
Dalam simulasi tersebut, Kemensos memperkirakan kebutuhan anggaran untuk santunan ahli waris korban jiwa dan korban luka berat mencapai sekitar Rp17 miliar. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk tanggung jawab negara kepada warga terdampak.
Santunan tersebut ditujukan untuk meringankan beban keluarga korban. Kehilangan anggota keluarga akibat bencana membawa dampak ekonomi dan psikologis yang besar.
Pemerintah menilai santunan ini penting sebagai langkah awal pemulihan sosial bagi keluarga korban.
Bantuan Jaminan Hidup untuk Penyintas
Selain santunan korban jiwa, Kemensos juga menghitung kebutuhan bantuan jaminan hidup. Estimasi anggaran untuk pos ini mencapai Rp326 miliar.
Bantuan jaminan hidup ditujukan bagi penyintas bencana. Dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan.
Jaminan hidup menjadi penopang utama bagi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian. Dengan bantuan ini, penyintas diharapkan tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Anggaran Perabotan Rumah Korban Bencana
Kemensos juga memasukkan bantuan perabotan rumah dalam simulasi anggaran. Estimasi kebutuhan untuk pos ini mencapai Rp169 miliar.
Bantuan perabotan diberikan kepada korban yang rumahnya rusak atau hancur. Dana tersebut digunakan untuk membeli kebutuhan dasar rumah tangga.
Tujuannya adalah membantu korban kembali menjalani kehidupan secara layak. Perabotan dasar dinilai penting untuk memulihkan fungsi rumah sebagai tempat tinggal.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terdampak
Selain bantuan sosial langsung, Kemensos juga menyiapkan skema pemberdayaan ekonomi. Estimasi anggaran untuk program ini mencapai Rp141 miliar.
Program pemberdayaan ekonomi ditujukan untuk membantu masyarakat bangkit secara mandiri. Bantuan ini bisa berupa modal usaha, pelatihan, atau dukungan produktif lainnya.
Pemerintah menilai pemulihan ekonomi penting agar ketergantungan terhadap bantuan dapat dikurangi. Masyarakat didorong kembali produktif setelah fase darurat berlalu.
Total Kebutuhan Anggaran Capai Rp2 Triliun
Dari seluruh simulasi tersebut, total kebutuhan anggaran bantuan korban bencana Sumatra diperkirakan mencapai sekitar Rp2 triliun. Angka ini mencerminkan skala penanganan bencana yang cukup besar.
Gus Ipul menegaskan bahwa angka tersebut masih berupa simulasi. Namun, simulasi ini menjadi dasar perencanaan kebijakan dan penganggaran.
Dengan perhitungan yang jelas, pemerintah berharap penanganan bencana dapat berjalan lebih terstruktur.
Dana Awal Rp600 Miliar Sudah Disiapkan
Meski total kebutuhan mencapai Rp2 triliun, Kemensos menyebut telah menyiapkan dana awal sekitar Rp600 miliar. Dana ini siap disalurkan dalam waktu dekat.
Gus Ipul menegaskan bahwa kesiapan anggaran menjadi prioritas. Pemerintah tidak ingin penyaluran bantuan terhambat oleh persoalan administratif.
Dana awal tersebut diharapkan mampu menutup kebutuhan mendesak di fase awal penanganan bencana.
Koordinasi dengan Kemenkeu dan Mendagri
Gus Ipul juga menyampaikan bahwa Kemensos telah melaporkan kesiapan anggaran kepada Kementerian Keuangan. Persetujuan dan koordinasi lintas kementerian menjadi bagian penting dalam proses ini.
Selain itu, Kemensos juga meminta persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri. Koordinasi dengan Mendagri diperlukan untuk sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah.
Sinergi antarinstansi dinilai krusial agar bantuan dapat disalurkan secara efektif dan akuntabel.
Penutup
Simulasi kebutuhan anggaran sebesar Rp2 triliun menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani dampak bencana di Sumatra. Perencanaan yang matang diharapkan membuat penyaluran bantuan lebih cepat dan tepat sasaran.
Dengan dukungan anggaran, koordinasi lintas kementerian, dan arahan langsung presiden, pemerintah berupaya memastikan korban bencana mendapat perlindungan maksimal. Pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat menjadi tujuan utama dari seluruh skema bantuan ini.
Baca Juga : Lintasan Sirkuit Mandalika Dicek Jelang Agenda 2026
Cek Juga Artikel Dari Platform : kalbarnews

