
1reservoir – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung hingga tanggal 23 Februari mendatang. Berdasarkan pantauan citra satelit dan dinamika atmosfer terbaru, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat serta angin kencang. Fenomena ini dipicu oleh adanya pola konvergensi atau pertemuan angin serta kelembapan udara yang cukup tinggi di lapisan atmosfer bawah.
BMKG menekankan beberapa poin penting yang perlu diantisipasi oleh masyarakat dan pemerintah daerah selama periode waspada ini:
- Risiko Banjir dan Longsor: Curah hujan yang tinggi dalam durasi lama meningkatkan ancaman banjir di wilayah dataran rendah dan tanah longsor bagi warga yang tinggal di kawasan perbukitan atau lereng gunung.
- Cuaca Buruk di Perairan: Selain di daratan, potensi gelombang tinggi juga mengintai wilayah pesisir, sehingga para nelayan dan operator jasa transportasi laut diimbau untuk menunda aktivitas jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.
- Gangguan Jarak Pandang: Hujan lebat yang turun secara tiba-tiba dapat memperpendek jarak pandang bagi pengendara kendaraan bermotor, yang meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas di jalan raya.
- Kerusakan Akibat Angin Kencang: Masyarakat diminta waspada terhadap potensi pohon tumbang, papan reklame yang roboh, serta kerusakan atap bangunan akibat hempasan angin kencang yang sering menyertai hujan lebat.
Pihak BMKG menyarankan agar warga mulai rutin membersihkan saluran air atau drainase di lingkungan masing-masing guna mencegah genangan air yang meluap. Selain itu, penting bagi masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui aplikasi resmi atau kanal komunikasi BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD dengan instansi terkait juga terus ditingkatkan untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan evakuasi jika terjadi kondisi darurat. Kewaspadaan ekstra sangat diperlukan terutama pada jam-jam rawan di siang hingga menjelang malam hari, saat pertumbuhan awan hujan biasanya mencapai puncaknya. Dengan persiapan yang matang, diharapkan dampak negatif dari potensi cuaca buruk di akhir bulan Februari ini dapat diminimalisir.
