1reservoir.com Warga Kampung Wisata Situ Tujuh Muara kini mulai bernapas lega setelah penanganan longsor di sekitar jembatan kawasan situ tersebut resmi dimulai. Longsor yang sebelumnya memicu kekhawatiran karena berada dekat akses utama jembatan, perlahan ditangani secara bertahap oleh pihak berwenang. Upaya ini dinilai krusial untuk memulihkan rasa aman sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan wisata yang menjadi kebanggaan warga setempat.
Lokasi kejadian berada di Kampung Wisata Situ Tujuh Muara, Bojongsari, wilayah yang dikenal sebagai ruang rekreasi sekaligus jalur mobilitas warga. Longsor di tepian situ sempat menggerus badan jalan di sisi jembatan, sehingga memunculkan kekhawatiran akan potensi kerusakan lanjutan jika tidak segera ditangani.
Respons Cepat dari Pengelola Sumber Daya Air
Penanganan longsor dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane bersama juru situ setempat. Langkah cepat ini merupakan tindak lanjut dari pengajuan permohonan bantuan yang sebelumnya disampaikan warga melalui pengelola kampung wisata. Respons tersebut disambut positif karena dinilai tepat waktu dan menyasar titik rawan yang membutuhkan penanganan segera.
Ketua Kampung Wisata Situ Tujuh Muara, Daud Sulaiman, menyampaikan bahwa kehadiran tim teknis di lapangan membantu mengurangi kecemasan warga. Menurutnya, koordinasi yang baik antara masyarakat dan instansi terkait menjadi kunci agar penanganan dapat berjalan efektif dan aman.
Tahapan Pekerjaan Dilakukan Bertahap
Proses perbaikan dimulai dengan pengangkatan material longsoran yang menumpuk di sekitar jembatan dan tepian situ. Material tanah yang runtuh sebelumnya menutup sebagian area, sehingga perlu dibersihkan terlebih dahulu untuk membuka akses kerja dan memastikan keselamatan petugas.
Setelah area relatif bersih, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan bronjong sebagai penanganan awal. Bronjong berfungsi memperkuat struktur tanah di lokasi terdampak agar tidak kembali tergerus, terutama saat debit air meningkat. Pemasangan dilakukan sambil menunggu kelengkapan material batu yang dibutuhkan untuk memperkuat konstruksi secara menyeluruh. Seluruh pengerjaan lapangan ditangani oleh satuan tugas BBWS yang berpengalaman dalam penanganan tebing dan bantaran air.
Dampak Longsor dan Potensi Risiko
Berdasarkan pemantauan di lapangan, area jalan yang terdampak longsor mencapai sekitar empat meter ke arah pinggir situ dengan kedalaman longsoran kurang lebih satu setengah meter. Kondisi ini sempat mengancam kestabilan jalur di sekitar jembatan, sehingga menimbulkan risiko bagi pengguna jalan, terutama pejalan kaki dan pengendara roda dua.
Kedekatan lokasi longsor dengan akses jembatan membuat penanganan harus dilakukan ekstra hati-hati. Jika dibiarkan, erosi lanjutan berpotensi melebar dan memengaruhi struktur jalan. Karena itu, pemasangan bronjong dan penguatan tebing menjadi langkah strategis untuk mencegah dampak lanjutan.
Perkiraan Waktu dan Imbauan Keselamatan
Pihak pengelola kampung wisata memperkirakan proses perbaikan akan berlangsung sekitar satu pekan hingga kondisi dinyatakan aman dan stabil. Selama pekerjaan berlangsung, warga diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi, mematuhi rambu sementara, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Imbauan ini penting mengingat aktivitas alat berat dan mobilisasi material masih berlangsung. Keselamatan warga dan pekerja menjadi prioritas utama agar proses perbaikan berjalan lancar tanpa insiden.
Dampak Positif bagi Kawasan Wisata
Situ Tujuh Muara bukan hanya jalur mobilitas, tetapi juga kawasan wisata berbasis lingkungan yang ramai dikunjungi. Penanganan longsor yang cepat diharapkan dapat menjaga daya tarik kawasan serta memastikan aktivitas wisata kembali normal. Keberlanjutan kawasan wisata sangat bergantung pada keamanan infrastruktur dan stabilitas lingkungan sekitarnya.
Dengan perbaikan yang tepat, kawasan ini berpeluang kembali menjadi ruang publik yang aman dan nyaman, sekaligus mendukung perekonomian warga yang menggantungkan usaha pada sektor pariwisata lokal.
Apresiasi Warga atas Kesigapan Penanganan
Atas penanganan yang dilakukan, warga Kampung Wisata Situ Tujuh Muara menyampaikan apresiasi kepada BBWS dan juru situ. Respons cepat dan kesigapan di lapangan dinilai membantu mencegah dampak yang lebih besar, sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah.
Perwakilan warga berharap sinergi seperti ini dapat terus terjaga, terutama dalam menghadapi potensi bencana di kawasan yang dekat dengan badan air. Kesiapsiagaan dan komunikasi yang baik diyakini menjadi kunci untuk mengurangi risiko di masa depan.
Penutup
Dimulainya perbaikan longsor di Situ Tujuh Muara membawa angin segar bagi warga sekitar. Dengan pengangkatan material dan pemasangan bronjong yang dilakukan secara bertahap, akses jembatan kian aman dan risiko lanjutan dapat ditekan. Penanganan ini tidak hanya memulihkan infrastruktur, tetapi juga mengembalikan rasa tenang bagi masyarakat.
Ke depan, warga berharap perawatan dan pemantauan rutin dapat dilakukan agar stabilitas kawasan tetap terjaga. Dengan kerja sama yang solid antara warga dan instansi terkait, Situ Tujuh Muara diharapkan terus menjadi ruang hidup dan wisata yang aman, lestari, dan bermanfaat bagi semua.

Cek Juga Artikel Dari Platform capoeiravadiacao.org
