Mahasiswa Binus Lakukan Kunjungan Edukasi ke Perumdam TKR
Ketersediaan air minum yang aman dan bersih menjadi fondasi utama bagi kualitas hidup masyarakat. Isu ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga erat hubungannya dengan pembangunan berkelanjutan. Hal tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 6, yakni Clean Water and Sanitation.
Semangat itulah yang melatarbelakangi kunjungan edukasi mahasiswa Binus University ke Perumdam Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR) Kabupaten Tangerang pada Selasa, 16 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana air bersih diproduksi, diawasi kualitasnya, hingga akhirnya didistribusikan kepada masyarakat.
Menghubungkan Teori Kampus dengan Praktik Lapangan
Kunjungan edukasi ini diikuti oleh lima mahasiswa Binus University yang datang dengan antusias tinggi. Mereka tidak hanya ingin melihat fasilitas pengolahan air, tetapi juga memahami sistem kerja perusahaan daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa diajak untuk mengaitkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan. Mulai dari manajemen sumber daya air, standar kesehatan lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi modern dalam sistem distribusi air minum.
Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi pembelajaran kontekstual yang penting. Air bersih yang selama ini dianggap hal biasa, ternyata melalui proses panjang dan pengawasan ketat sebelum sampai ke rumah pelanggan.
Standar Kualitas Air Minum yang Ketat
Dalam kunjungan tersebut, pihak Perumdam TKR memberikan penjelasan komprehensif mengenai standar kualitas air minum sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan. Standar ini menjadi acuan utama agar air yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman.
Dari sisi fisik, air minum harus memenuhi sejumlah kriteria dasar, seperti tidak berwarna, tidak keruh, tidak berasa, dan tidak berbau. Selain itu, suhu air juga harus berada pada batas ideal agar nyaman dan aman dikonsumsi.
Secara kimia, air minum harus memiliki tingkat keasaman (pH) sesuai standar serta bebas dari zat beracun dan bahan kimia berbahaya. Sementara itu, dari aspek mikrobiologis, air minum tidak boleh mengandung bakteri patogen, khususnya Escherichia Coli (E. coli), yang dapat memicu penyakit saluran pencernaan.
Penjelasan ini membuka wawasan mahasiswa bahwa kualitas air tidak hanya dinilai dari kejernihan visual, tetapi juga dari parameter ilmiah yang harus diuji secara rutin.
Dari Sungai Cisadane hingga Keran Rumah Warga
Mahasiswa juga mendapatkan pemaparan lengkap mengenai alur produksi air minum di Perumdam TKR. Proses dimulai dari pengambilan air baku yang bersumber dari Sungai Cisadane, salah satu sungai utama yang menopang kebutuhan air bersih di wilayah Tangerang dan sekitarnya.
Air baku tersebut kemudian melalui serangkaian tahapan pengolahan, mulai dari penyaringan awal, koagulasi, flokulasi, sedimentasi, hingga filtrasi dan desinfeksi. Setiap tahapan memiliki fungsi spesifik untuk menghilangkan kotoran, partikel berbahaya, dan mikroorganisme.
Setelah itu, air yang telah diolah diuji kembali kualitasnya di laboratorium internal Perumdam TKR. Pengujian ini dilakukan secara berkala untuk memastikan air memenuhi seluruh standar kesehatan sebelum dialirkan ke pelanggan.
Distribusi Air Berbasis Teknologi SCADA
Salah satu hal yang menarik perhatian mahasiswa adalah penggunaan teknologi SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) dalam sistem distribusi air Perumdam TKR. Teknologi ini memungkinkan pemantauan dan pengendalian distribusi air secara real time.
Dengan SCADA, operator dapat memantau tekanan air, debit aliran, hingga potensi gangguan jaringan dari pusat kendali. Hal ini membantu Perumdam TKR dalam menjaga kontinuitas suplai air, meminimalkan kebocoran, serta merespons gangguan teknis dengan lebih cepat.
Bagi mahasiswa, pemanfaatan teknologi ini menunjukkan bahwa pengelolaan air bersih tidak lepas dari inovasi digital dan sistem informasi modern.
Tantangan Air Bersih di Indonesia
Kegiatan kunjungan edukasi ini juga dilatarbelakangi oleh tantangan besar yang masih dihadapi Indonesia dalam sektor air bersih. Saat ini, Indonesia masih berada di peringkat ke-22 terendah di dunia dalam kualitas kebersihan air minum.
Permasalahan utama yang dihadapi adalah kontaminasi air oleh limbah tinja, yang berpotensi menyebabkan berbagai penyakit seperti diare dan demam tifoid. Kondisi ini menuntut peran aktif seluruh pihak, mulai dari pemerintah, institusi pendidikan, hingga masyarakat, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya sanitasi dan pengelolaan air yang berkelanjutan.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa isu air bersih bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga persoalan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik.
Menumbuhkan Kesadaran Generasi Muda
Perumdam TKR berharap kunjungan edukasi semacam ini dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga sumber daya air. Mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mendorong perilaku hidup bersih dan sehat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk keterbukaan Perumdam TKR kepada dunia akademik, sekaligus memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan badan usaha milik daerah dalam mendukung pencapaian SDGs.
Penutup
Kunjungan edukasi mahasiswa Binus University ke Perumdam TKR Kabupaten Tangerang memberikan gambaran utuh tentang bagaimana air bersih diproduksi, diawasi, dan didistribusikan secara berkelanjutan. Dari standar kualitas yang ketat, proses pengolahan berlapis, hingga pemanfaatan teknologi SCADA, seluruh rangkaian ini menunjukkan betapa krusialnya peran pengelolaan air dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga pemahaman mendalam tentang tantangan dan tanggung jawab dalam menjaga akses air bersih bagi masyarakat. Harapannya, pengalaman ini dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan dan kesehatan publik, demi masa depan Indonesia yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga : Dinas Kesehatan Bener Meriah Perkuat Layanan Medis Pascabencana, Warga Terus Didampingi Hingga Pulih
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : baliutama

