Insiden kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah Jakarta Selatan. Seorang pemuda dilaporkan meninggal dunia setelah terlindas bus TransJakarta di Jalan Margasatwa Raya arah barat, tepatnya di sekitar Bus Stop Taman DDN, pada Kamis, 12 Februari 2026, sekitar pukul 14.20 WIB.
Peristiwa tragis ini menambah daftar kecelakaan yang melibatkan kendaraan umum di kawasan padat aktivitas. Korban diketahui merupakan seorang pejalan kaki berusia sekitar 27 hingga 28 tahun yang meninggal dunia di tempat kejadian perkara.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula saat bus TransJakarta melaju dari arah timur menuju barat di Jalan Margasatwa Raya, Jakarta Selatan.
Sesampainya di lokasi kejadian, tepatnya di Bus Stop Taman DDN, diduga roda belakang bus TransJakarta melindas seorang pejalan kaki berinisial S.
“Akibat dari laka lantas tersebut, seorang pejalan mengalami luka dan meninggal dunia di TKP, kemudian dibawa ke RSUP Fatmawati,” kata Ojo Ruslani dalam keterangannya, Kamis, 12 Februari 2026.
Menurut keterangan awal, korban meninggal dunia akibat luka berat yang dialami setelah terlindas roda belakang bus. Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi lengkap serta penyebab pasti kecelakaan.
Kecelakaan di sekitar halte atau bus stop menjadi perhatian khusus karena kawasan tersebut merupakan titik interaksi langsung antara kendaraan besar dan pejalan kaki. Aktivitas naik turun penumpang, lalu lintas padat, serta keterbatasan ruang sering kali meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak disertai kewaspadaan tinggi dari semua pihak.
Bus TransJakarta sendiri merupakan salah satu moda transportasi utama di Ibu Kota yang melayani mobilitas jutaan warga setiap hari. Dengan ukuran kendaraan yang besar dan jalur yang padat, pengemudi dituntut untuk lebih berhati-hati terutama ketika melintas di area pemberhentian penumpang.
Sementara itu, keselamatan pejalan kaki juga menjadi isu penting dalam sistem transportasi perkotaan. Banyak kecelakaan terjadi karena kurangnya fasilitas penyeberangan yang aman, minimnya pembatas antara jalur kendaraan dan area halte, atau kelalaian pengguna jalan.
Dalam kasus ini, polisi belum membeberkan apakah korban sedang menyeberang, berada terlalu dekat dengan badan bus, atau ada faktor lain yang menyebabkan dirinya terlindas. Penyelidikan biasanya akan mencakup pemeriksaan rekaman CCTV, keterangan saksi di lokasi, serta pemeriksaan kendaraan yang terlibat.
AKBP Ojo Ruslani menegaskan bahwa pihaknya akan mendalami kejadian tersebut guna memastikan penanganan sesuai prosedur hukum. Sopir bus TransJakarta juga akan dimintai keterangan untuk mengetahui situasi saat kejadian berlangsung.
Peristiwa ini memunculkan kembali urgensi peningkatan keselamatan di ruang publik, khususnya di sekitar halte bus dan kawasan jalan raya yang ramai. Penguatan rambu, penerangan, marka jalan, serta edukasi keselamatan lalu lintas menjadi langkah yang perlu terus dilakukan.
Selain itu, operator transportasi publik juga diharapkan melakukan evaluasi terhadap standar operasional di titik-titik rawan kecelakaan. Pengawasan terhadap kecepatan bus saat mendekati halte, pelatihan pengemudi, serta pengaturan arus penumpang menjadi faktor penting dalam mencegah tragedi serupa.
Masyarakat pun diimbau untuk selalu berhati-hati saat berada di sekitar jalur bus, terutama kendaraan besar yang memiliki blind spot atau titik tidak terlihat oleh pengemudi. Pejalan kaki disarankan menggunakan fasilitas penyeberangan resmi dan menjaga jarak aman dari kendaraan yang sedang melintas atau berhenti.
Hingga kini, pihak kepolisian masih menangani kasus tersebut dan proses penyelidikan terus berjalan. Identitas lengkap korban belum diumumkan secara resmi kepada publik, sementara keluarga korban diperkirakan telah dihubungi oleh pihak berwenang.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, operator transportasi, aparat kepolisian, serta masyarakat untuk menciptakan ruang jalan yang lebih aman, terutama bagi pejalan kaki sebagai kelompok paling rentan di jalan raya.
Baca juga : Badan Geologi Temukan Dugaan Material Vulkanik di Sinkhole Limapuluh Kota
Cek Juga Artikel Dari Platform : revisednews

