1reservoir.com Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah maupun bangsa. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam dinamika sosial, tetapi harus mampu berpikir kritis dan menghadirkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Medan di kantor Wali Kota Medan. Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan bahwa pemuda harus memiliki sudut pandang luas dalam melihat masalah, bukan hanya terpaku pada satu titik persoalan.
Rico menilai bahwa tantangan pembangunan semakin kompleks. Karena itu, dibutuhkan pemuda yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu membaca kebutuhan masyarakat dan merumuskan langkah yang bermanfaat.
Pemuda Harus Berpikir Kritis dan Responsif
Rico Waas menyoroti pentingnya pola pikir kritis dalam diri pemuda. Menurutnya, pemuda harus mampu menganalisis persoalan sosial secara lebih mendalam.
Sikap kritis bukan berarti sekadar mengkritik, tetapi juga memahami akar masalah dan mencari jalan keluar. Pemuda diharapkan hadir membawa ide segar dan energi perubahan yang positif.
Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Peran masyarakat, terutama generasi muda, sangat dibutuhkan untuk menciptakan kemajuan yang lebih merata.
Dengan pemikiran kritis, pemuda dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kota dan menciptakan solusi atas berbagai persoalan publik.
Regenerasi dan Pematangan Organisasi Sangat Penting
Dalam audiensi tersebut, Rico juga menekankan pentingnya regenerasi dalam organisasi kepemudaan. Ia menyebut bahwa pematangan kerja organisasi menjadi faktor utama agar organisasi dapat terus berkembang.
Organisasi kepemudaan, menurutnya, bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk melatih kepemimpinan, tanggung jawab, dan kedewasaan berpikir.
Rico menilai bahwa organisasi yang sehat akan mampu melahirkan kader-kader yang siap berkontribusi lebih besar bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan organisasi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai keimanan dan moralitas, sehingga pemuda tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kuat secara karakter.
Dukungan Keluarga Jadi Fondasi Perkembangan Pemuda
Selain organisasi, Rico Waas menyoroti pentingnya dukungan keluarga terhadap aktivitas kepemudaan. Menurutnya, keluarga memiliki peran besar dalam membentuk pribadi pemuda yang aktif dan bertanggung jawab.
Keterlibatan pemuda dalam organisasi dinilai dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan diri. Namun, dukungan keluarga tetap menjadi fondasi utama agar pemuda dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik.
Rico menegaskan bahwa pemuda harus mampu mendorong diri sendiri sekaligus mengajak generasi lain untuk berbuat baik.
Ia berharap pemuda dapat menjadi kebanggaan keluarga serta membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Organisasi Harus Memberi Dampak Nyata
Rico Waas mendorong agar organisasi kepemudaan tidak hanya bergerak dalam lingkup internal, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, perubahan besar selalu bisa dimulai dari langkah kecil. Kontribusi pemuda dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, komunitas, dan masyarakat sekitar.
Pemuda yang aktif dalam organisasi diharapkan mampu menghadirkan program-program yang bermanfaat, baik dalam bidang sosial, pendidikan, maupun pemberdayaan masyarakat.
Dengan demikian, organisasi tidak hanya menjadi simbol eksistensi, tetapi benar-benar menjadi motor perubahan.
Pemuda Perlu Berani Menyuarakan Ketidakadilan
Dalam konteks kebangsaan, Rico Waas menilai pemuda harus berani menyuarakan ketidakadilan. Ia menekankan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan nilai kebenaran.
Namun, keberanian tersebut harus dibarengi dengan kejernihan berpikir dan sikap tenang. Pemuda tidak boleh terjebak dalam emosi atau konflik yang tidak produktif.
Menurut Rico, pemuda yang mampu bersikap kritis dan bijaksana akan menjadi kekuatan besar dalam menjaga harmoni sosial dan kehidupan berbangsa.
Ia juga menyinggung pentingnya peran pemuda dalam kehidupan beragama, dengan tetap mengedepankan toleransi dan kedewasaan berpikir.
Pemimpin Harus Melahirkan Pemimpin Baru
Salah satu pesan penting yang disampaikan Rico Waas adalah bahwa organisasi harus melahirkan pemimpin, bukan sekadar bos.
Ia menjelaskan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang menciptakan pemimpin baru, memberi inspirasi, serta membuka kesempatan bagi generasi berikutnya.
Jika organisasi sehat, kontribusinya bagi bangsa akan semakin besar. Rico berharap pemuda tidak hanya mengejar posisi, tetapi juga membangun budaya kepemimpinan yang berkelanjutan.
Menurutnya, regenerasi pemimpin adalah kunci agar organisasi kepemudaan tetap relevan dan kuat menghadapi perubahan zaman.
GMKI Medan Siap Gelar Konferensi Organisasi
Sementara itu, Ketua BPC GMKI Medan Wendy Sembiring menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar konferensi organisasi dalam waktu dekat.
Ia berharap Wali Kota Medan dapat hadir untuk membuka kegiatan tersebut. Konferensi ini menjadi bagian dari proses regenerasi organisasi sekaligus momentum memperkuat peran GMKI dalam pembangunan sosial di Medan.
Audiensi ini menunjukkan adanya komunikasi positif antara pemerintah kota dan organisasi kepemudaan.
Kesimpulan: Pemuda Jadi Motor Perubahan Kota dan Bangsa
Rico Waas menegaskan bahwa pemuda harus berpikir kritis, menghadirkan solusi pembangunan, serta berani menyuarakan ketidakadilan dengan sikap bijaksana.
Organisasi kepemudaan diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang melahirkan pemimpin baru, bukan hanya tempat berkumpul semata.
Dengan dukungan keluarga, nilai moral yang kuat, dan kontribusi nyata bagi masyarakat, pemuda dapat menjadi motor perubahan yang membawa kemajuan bagi Kota Medan dan Indonesia secara luas.

Cek Juga Artikel Dari Platform medianews.web.id
