1reservoir.com Universitas Muhammadiyah Makassar menerima kunjungan dari Universitas Muhammadiyah Palu dalam rangka penguatan sistem penjaminan mutu dan digitalisasi akademik. Rombongan UM Palu dipimpin langsung oleh Rektor, Rajindra, dan disambut oleh Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, di Menara Iqra kampus tersebut.
Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis UM Palu dalam melakukan benchmarking ke perguruan tinggi yang dinilai berhasil mengembangkan sistem penjaminan mutu secara terstruktur dan berkelanjutan. Fokus utama pertemuan adalah bagaimana membangun sistem yang tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga konsisten dalam implementasi.
Benchmarking sebagai Strategi Perubahan
Rektor UM Palu menegaskan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk mempercepat transformasi mutu di institusinya. Ia menyampaikan bahwa perubahan kelembagaan tidak bisa dilakukan secara setengah hati. Keberanian untuk berbenah menjadi prasyarat utama jika ingin meningkatkan kualitas perguruan tinggi.
Restrukturisasi kelembagaan tengah disiapkan, termasuk rencana menempatkan unit penjaminan mutu langsung di bawah rektor. Langkah ini diharapkan memperkuat kontrol dan koordinasi dalam pengendalian mutu institusi.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa penjaminan mutu tidak lagi dipandang sebagai unit administratif, melainkan sebagai pusat kendali strategis dalam pengembangan kampus.
Penjaminan Mutu sebagai Fondasi Akreditasi
Ketua Badan Penjaminan Mutu Unismuh Makassar, Amrullah Mansida, menekankan bahwa sistem mutu menjadi elemen krusial dalam proses akreditasi. Keberhasilan atau kegagalan akreditasi sering kali ditentukan oleh seberapa kuat sistem penjaminan mutu berjalan secara konsisten.
Ia menjelaskan bahwa banyak institusi gagal bukan karena tidak memiliki sistem, tetapi karena sistem yang disusun tidak selaras dengan praktik di lapangan. Konsistensi antara dokumen dan implementasi menjadi kunci utama.
Dengan kata lain, standar mutu harus hidup dalam aktivitas akademik sehari-hari, bukan hanya tersimpan dalam dokumen formal.
Digitalisasi dan Outcome-Based Education
Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Burhanuddin, memaparkan bahwa kampusnya telah mengembangkan sistem berbasis outcome-based education (OBE). Pendekatan ini mengintegrasikan capaian pembelajaran lulusan dengan sistem aplikasi yang mampu memantau ketercapaian secara terukur.
Melalui sistem digital tersebut, setiap program studi dapat memantau capaian akademik berbasis data. Integrasi visi universitas hingga capaian pembelajaran lulusan menjadi bagian dari pembaruan Sistem Penjaminan Mutu Internal.
Pendekatan berbasis data dinilai penting dalam memenuhi standar akreditasi modern. Indikator seperti jumlah dosen, jabatan fungsional, hingga kualifikasi akademik kini harus terdokumentasi dan terukur secara sistematis.
Diskusi Teknis dan Implementasi Sistem
Selain paparan konseptual, kunjungan ini juga diisi dengan diskusi teknis bersama tim IT Unismuh Makassar. UM Palu menunjukkan ketertarikan terhadap sistem aplikasi yang digunakan untuk memantau mutu secara real-time.
Pendampingan teknis menjadi langkah penting agar transfer pengetahuan tidak berhenti pada diskusi teoritis. Sistem yang telah berjalan di Unismuh menjadi referensi konkret bagi UM Palu dalam membangun infrastruktur digitalnya.
Dengan demikian, digitalisasi tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam proses akademik sehari-hari.
Penguatan Ekosistem Akademik
Kunjungan tersebut juga mencakup eksplorasi ke berbagai unit pendukung di lingkungan Unismuh Makassar, seperti lembaga penelitian dan pengembangan serta unit pengembangan kemahasiswaan. Hal ini menunjukkan bahwa penjaminan mutu tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan seluruh ekosistem akademik.
Kolaborasi lintas unit menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem yang terintegrasi. Mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran, tetapi juga oleh penelitian, pengabdian masyarakat, dan layanan kemahasiswaan.
Pendekatan komprehensif inilah yang ingin dipelajari dan diadaptasi oleh UM Palu.
Peluang Kerja Sama Berkelanjutan
Kedua institusi membuka peluang kerja sama lanjutan, termasuk rencana pendampingan langsung dari tim Unismuh Makassar ke UM Palu. Pendampingan ini bertujuan memastikan sistem mutu yang dirancang dapat berjalan sesuai standar yang telah dipelajari.
Langkah tersebut memperlihatkan semangat kolaborasi antarperguruan tinggi Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas secara kolektif. Alih-alih bersaing secara sempit, kedua kampus memilih berbagi praktik baik untuk kemajuan bersama.
UM Palu menargetkan peningkatan akreditasi institusi dalam beberapa tahun mendatang. Penerapan sistem mutu yang lebih terintegrasi dan berbasis data diharapkan menjadi fondasi utama dalam mencapai target tersebut.
Menuju Tata Kelola Perguruan Tinggi Modern
Transformasi mutu dan digitalisasi akademik menjadi keniscayaan dalam tata kelola perguruan tinggi modern. Kunjungan UM Palu ke Unismuh Makassar menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi dapat mempercepat proses perubahan.
Dengan komitmen terhadap implementasi yang konsisten, integrasi sistem berbasis data, serta penguatan kelembagaan, kedua institusi menunjukkan arah baru pengelolaan pendidikan tinggi.
Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan akreditasi, tetapi juga menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing. Sistem mutu yang kuat pada akhirnya menjadi fondasi utama dalam menciptakan perguruan tinggi yang adaptif, profesional, dan berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform lagupopuler.web.id
