1reservoir.com Peran perempuan dalam pembangunan sosial dan spiritual kembali menjadi sorotan dalam kegiatan pengajian dua bulanan Muslimat Fatayat Nahdlatul Ulama di wilayah Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mengajak seluruh kader Fatayat Nahdlatul Ulama untuk tampil sebagai perempuan yang berdaya, menjadi teladan, dan mampu memberi dampak nyata bagi pembangunan masyarakat.
Kehadiran Wakil Bupati di tengah jamaah pengajian disambut antusias oleh para ibu-ibu Muslimat dan kader Fatayat NU. Kegiatan keagamaan ini tidak hanya menjadi ruang spiritual, tetapi juga wadah penguatan peran perempuan dalam kehidupan keluarga dan lingkungan sosial yang lebih luas.
Perempuan sebagai Pilar Pembangunan Sosial
Dalam sambutannya, Intan Nurul Hikmah menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun fondasi mental, spiritual, dan sosial masyarakat. Ia menilai bahwa peran ibu dan perempuan tidak dapat dipisahkan dari upaya mencetak generasi yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak mulia.
Menurutnya, pembangunan tidak semata diukur dari aspek fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia. Di sinilah peran perempuan, khususnya yang tergabung dalam organisasi keagamaan seperti Fatayat NU, menjadi sangat penting sebagai agen perubahan di tingkat keluarga dan komunitas.
Fatayat NU sebagai Teladan di Lingkungan
Wabup Tangerang mendorong Fatayat NU untuk terus mengambil peran aktif sebagai teladan di tengah masyarakat. Ia mengajak para kader untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam berbagai aktivitas sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Menurut Intan, kader Fatayat NU memiliki modal sosial yang kuat berupa jaringan, nilai keagamaan, dan kedekatan dengan masyarakat. Jika potensi ini dikelola dengan baik, Fatayat NU dapat menjadi motor penggerak pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan.
Pengajian sebagai Sarana Pembentukan Karakter
Pengajian dua bulanan yang rutin digelar dinilai memiliki peran strategis dalam membangun karakter umat, khususnya kaum ibu dan generasi muda perempuan. Melalui pengajian, nilai-nilai keimanan, akhlakul karimah, serta semangat kebersamaan dapat ditanamkan secara konsisten.
Intan menekankan bahwa pengajian bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan ruang pembelajaran yang membentuk pola pikir dan sikap hidup. Dari sinilah lahir perempuan-perempuan yang tidak hanya salehah secara personal, tetapi juga aktif dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Kontribusi bagi Kabupaten Tangerang
Lebih lanjut, Wakil Bupati Tangerang menyampaikan harapannya agar kader Fatayat NU dapat berkontribusi aktif dalam mendukung terwujudnya masyarakat Kabupaten Tangerang yang religius, rukun, dan berdaya saing. Ia menilai bahwa pembangunan daerah membutuhkan sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat, termasuk organisasi perempuan.
Fatayat NU diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam berbagai program pemberdayaan, mulai dari pendidikan keluarga, kesehatan, hingga penguatan nilai-nilai sosial dan budaya. Dengan keterlibatan perempuan, kebijakan pembangunan diharapkan dapat lebih menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Membangun Generasi Berakhlak dan Berilmu
Intan juga menyoroti peran ibu dalam membentuk generasi masa depan. Menurutnya, pendidikan karakter dimulai dari keluarga, dan ibu memiliki peran sentral dalam proses tersebut. Perempuan yang berilmu dan berakhlak mulia akan melahirkan generasi yang tangguh dan siap menghadapi tantangan zaman.
Ia mengajak para ibu Muslimat dan kader Fatayat NU untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Dengan pengetahuan dan wawasan yang luas, perempuan dapat menjadi pendamping yang efektif bagi anak-anak dalam proses pendidikan formal maupun nonformal.
Penguatan Peran Perempuan di Ruang Publik
Selain peran domestik, Wabup Tangerang juga mendorong perempuan untuk berani mengambil peran di ruang publik. Ia menilai bahwa keterlibatan perempuan dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan merupakan bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Fatayat NU, sebagai organisasi perempuan muda NU, dinilai memiliki posisi strategis untuk menjembatani aspirasi perempuan dengan kebijakan pemerintah. Dengan komunikasi yang baik, berbagai isu perempuan dan keluarga dapat diangkat dan dicarikan solusi bersama.
Apresiasi atas Konsistensi Fatayat NU
Dalam kesempatan tersebut, Intan Nurul Hikmah menyampaikan apresiasi atas konsistensi Fatayat NU dan Muslimat NU dalam menjaga tradisi pengajian dan kegiatan sosial keagamaan. Ia menilai konsistensi ini menjadi kekuatan utama dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang digagas oleh organisasi keagamaan dan perempuan. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat peran perempuan sebagai mitra strategis dalam pembangunan.
Penutup
Ajakan Wakil Bupati Tangerang kepada Fatayat NU untuk menjadi perempuan yang berdaya, teladan, dan berdampak mencerminkan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan mental dan sosial masyarakat. Melalui pengajian, pemberdayaan, dan keterlibatan aktif di lingkungan sekitar, perempuan dapat menjadi pilar utama dalam mewujudkan masyarakat yang religius, rukun, dan berdaya saing.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai keimanan yang kuat, Fatayat NU diharapkan terus melahirkan perempuan-perempuan inspiratif yang tidak hanya membangun keluarga, tetapi juga berkontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Tangerang.

Cek Juga Artikel Dari Platform marihidupsehat.web.id
